Sabtu, 26 Januari 2013

Gabrielle Snowflakes (3)


Hai! Akhirnya, aku ada semangat buat ngelanjutin Gabrielle Snowflakes -,-" Yo, langsung!
***

Katy menatap Dad dengan sedih. "Aku mohon..."
"Tidak! Dokter, tolong bius dia," kata Dad.
"Apa? Tapi!?" protes Katy.
Namun, Dr.Jennica sudah menyuntikkan obat bius kepadanya. Perlahan, sekeliling Katy pun menjadi kabur..
***
"Hei, Katy!" Seorang gadis berambut pirang menyapanya dengan gembira.
Katy menatapnya. "Gabrielle?"
"Ya, Katy. Kau masih ingat aku?" tanya Gabrielle.
Katy menggeleng. "Tidak,"
"Tentu saja. Karena kau amnesia dan gegar otak, Katy," kata Gabrielle.
Katy tertegun. "Amnesia? Gegar otak?"
"Ya. Rasanya, kemarin aku sudah memperlihatkan peristiwa yang menyebabkanmu gegar otak?" ujar Gabrielle.
"Tapi, siapa kau?" tanya Katy.
Gabrielle menatapnya datar. "Aku sahabatmu dulu. Kita bersahabat dari taman kanak-kanak. Namun, kau amnesia dan lupa segalanya tentangku,"
"Aku tidak tahu. Orang tuaku tidak pernah bilang padaku," ujar Katy.
"Tak apa. Kau bisa tanya Leisha besok. Dia akan memberitahumu tentang diriku," jawab Gabrielle."Leisha? Dia tahu tentangmu?" tanya Katy.
Gabrielle mengangguk dan tersenyum. Perlahan, sosoknya hilang dibawa angin...
***
Keesokan harinya, Katy pergi ke rumah Leisha, sahabatnya.
"Hai, Katy!" sapa Leisha.
"Hai, Leish!" balas Katy.
"Ayo, masuk!" ajak Leisha.
"Iya," sahut Katy.
Di kamar Leisha, Katy cepat bertanya tentang Gabrielle.
"Leisha, aku ingin bertanya padamu. Boleh?" tanya Katy.
"Tentu, Katy," jawab Leisha."Begini. Siapa itu Gabrielle Snowflakes?" tanya Katy lagi.
Leisha terdiam, lalu menghela napas. "Gabrielle. Dia sahabatmu dulu. Saat kelas 5, Gabrielle akan pindah ke NY. Tapi kau melarangnya, dan akhirnya kau tertabrak mobil.. Kau akhirnya amnesia dan gegar otak. Gabrielle tak diperbolehkan menjengukmu. Akhirnya, ia pindah ke NY. Namun, di perjalanan, Gabrielle tertimpa bencana. Pesawat yang ia tumpangi, jatuh ke laut. Gabrielle pun meninggal.." cerita Leisha.
DHEG! Gabrielle sudah meninggal!? Lalu, siapa yang mengirimi Katy surat?!
"Ehm, Leisha, aku harus pulang," pamit Katy buru-buru.
Ia langsung berlari menuju rumahnya. Pikirannya kacau. Gabrielle sudah meninggal, namun ia bisa mengirimi Katy surat? Ah, itu tidak masuk akal. Tapi, tak ada yang tidak mungkin. Semua bisa terjadi...
TIN!
Suara klakson mobil mengagetkan Katy. Mobil itu tak bisa mengerem dan menabrak Katy.
"AAAA!!!!"
***
Katy membuka matanya. Ia ada di... Taman! Taman yang begitu indah. Penuh dengan bunga-bunga.
"Wow, indah sekali.." komentar Katy kagum.
Ia berlari menyusuri taman itu. Seperti ada yang membimbingnya, Katy berjalan menuju pemakaman. Langkah Katy terhenti. Matanya terpana melihat upacara pemakaman itu.
Ada Ibunya yang sedang menangis! Juga Ayah dan adik-adiknya.
"Ayah? Ibu?" panggil Katy.
Namun, tak ada yang menyahut. Katy mendekat dan membaca batu nisan itu.

-KATY CHARLOTTE JANSON-
 23 APRIL 1997 - 15 MARCH 2008

"Apa?!" Katy tersadar akan sesuatu.
Ya. Katy telah meninggal saat ia ditabrak mobil. Matanya masih menatap batu nisan itu, tak percaya dengan tulisannya. Seseorang menepuk bahunya. Katy menoleh. Gabrielle!"Katy," senyum Gabrielle.
"Aku... Telah meninggal?" tanya Katy tidak percaya.
Gabrielle mengangguk. "Ya. Kau meninggal ditempat kejadian,"
Katy cuma bisa tertegun saat Gabrielle mengulurkan tangannya."Ikutlah bersamaku, Katy,"

THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar