MASA LALU
Setiap orang punya masa lalu
Setiap orang punya kisah lama
Setiap orang memiliki latar yang berbeda
Setiap orang pernah melakukan kesalahan
Namun,
Setiap orang memiliki HAK untuk berubah
Setiap orang memiliki HAK untuk memilih jalan hidup
Setiap orang memiliki HAK untuk menjadi lebih baik
Setiap orang memiliki pilihan akhir hidupnya
Apakah ia akan mengakhiri masa hidupnya dengan kelam, lumpur, gelap,
hitam, kelam oleh dosa yang tidak pernah berubah sejak masa lalunya,
bahkan lumpur hitam itu lebih parah dibanding latar belakangnya? Lalu
meninggalkan anak yang menempuh jalan yang sama?
Ataukah,
Ia akan mengakhiri masa hidupnya dengan lembaran baru yang masih putih,
ditulis dengan hati-hati agar tidak kotor dan kusam seperti
halaman-halaman selanjutnya? Dan memberikan halaman-halaman putih bagi
keturunan-keturunan sepeninggalnya?
You have a choice...
Setiap orang, memiliki masa lalu
Setiap orang, memiliki HAK untuk berubah lebih baik.
LIKE THIS
Sumber : Sudah Tahukah Anda? (Facebook)
Rabu, 23 Januari 2013
Cinta
CINTA
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu cuba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia, lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.
LIKE THIS
Sumber : Sudah Tahukah Anda? (Facebook)
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu cuba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia, lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.
LIKE THIS
Sumber : Sudah Tahukah Anda? (Facebook)
Jenis-Jenis Akhwat Berdasarkan Hijabnya
Jenis-Jenis Akhwat Berdasarkan Hijabnya
1. Akhwat Garis Belakang.
Yaitu akhwat yang dia pake jilbab, tapi jilbabnya tuh cuma dipake kalau dikampus atau ke sekolah doang. Pas di lingkungan rumah, dilepas deh. Dia juga gak risih jika rambutnya (baca: auratnya) dilihat oleh yang bukan muhrim.
2. Akhwat Garis Tengah.
Mereka ini istiqomah pake jilbab. Ke kampus, di rumah, di mall, pake jilbab. Dia juga berusaha kuat agar ‘tutup kepala’ terus terpakai. Tapi cara berpakaiannya itu belum syar’i. Kita tahu sendiri pakaian yang syar’i itu jilbabnya membentang menutupi dada, menutup, tidak membungkus, dst. Akhwat yang satu ini masih suka berjins ketat ria, jilbab yang tidak menutup dada, pake jilbab bunuh diri (yang diikat-ikat di leher), dst. Hihihi.
3. Akhwat Garis Depan.
Nah yang satu ini dia istiqomah, pake jilbab dan pakaiannya syar’i. Menutup auratnya dengan sempurna. Biasa yang ini tuh kecantikannya bisa bertambah 200% dari biasanya.
4. Akhwat Garis Keras.
Yang pake cadar.
5. Akhwat Luar Garis.
Gak pake jilbab.
Nah kalian termasuk yang mana? :)
LIKE THIS
Sumber : Sudah Tahukah Anda? (Facebook)
1. Akhwat Garis Belakang.
Yaitu akhwat yang dia pake jilbab, tapi jilbabnya tuh cuma dipake kalau dikampus atau ke sekolah doang. Pas di lingkungan rumah, dilepas deh. Dia juga gak risih jika rambutnya (baca: auratnya) dilihat oleh yang bukan muhrim.
2. Akhwat Garis Tengah.
Mereka ini istiqomah pake jilbab. Ke kampus, di rumah, di mall, pake jilbab. Dia juga berusaha kuat agar ‘tutup kepala’ terus terpakai. Tapi cara berpakaiannya itu belum syar’i. Kita tahu sendiri pakaian yang syar’i itu jilbabnya membentang menutupi dada, menutup, tidak membungkus, dst. Akhwat yang satu ini masih suka berjins ketat ria, jilbab yang tidak menutup dada, pake jilbab bunuh diri (yang diikat-ikat di leher), dst. Hihihi.
3. Akhwat Garis Depan.
Nah yang satu ini dia istiqomah, pake jilbab dan pakaiannya syar’i. Menutup auratnya dengan sempurna. Biasa yang ini tuh kecantikannya bisa bertambah 200% dari biasanya.
4. Akhwat Garis Keras.
Yang pake cadar.
5. Akhwat Luar Garis.
Gak pake jilbab.
Nah kalian termasuk yang mana? :)
LIKE THIS
Sumber : Sudah Tahukah Anda? (Facebook)
Rahasia Wanita
RAHASIA WANITA
- Wanita adalah ibu dari dunia. Jika tidak ada dunia maka tidak akan ada seorang laki-laki.
- Wanita itu memiliki sifat yang lemah lembut serta sifat-sifatnya yang halus.
- Wanita hidup di dunia bukan untuk di siksa, di sakiti tetapi wanita harus di hormati, dijaga dan diberi kasih sayang tulus dari seorang laki-laki.
- Banyak para remaja yang GALAU karena diberi harapan kosong dari laki-laki.
Seharusnya wanita tidak pantas mendapatkan itu. Sebaiknya laki-laki harus tau sifat-sifat wanita seperti berikut:
1. Ketika cewek diam, berarti banyak hal yang sedang dipikirkannya.
2. Ketika cewek melihat kamu dengan tatapan penuh tanya, berarti dia sedang berpikir berapa lama lagi kamu akan berada disekitarnya.
3. Ketika cewek menjawab kamu: “Saya baik-baik saja” setelah beberapa detik, berarti dia tidak sepenuhnya baik.
4. Ketika cewek mau ketemu kamu setiap hari, berarti dia mau dimanjakan.
5. Ketika cewek sering SMS kamu setiap hari, berarti dia perhatian dan berharap SMS dapat dijawab.
6. Ketika cewek bilang “I LOVE U” berarti dia sedang jujur.
7. Ketika cewek mengatakan: “Aku tidak bisa hidup tanpamu”, berarti dia telah memutuskan untuk menjadikan kamu pasangan bagi masa depannya.
8. Ketika cewek bilang “Aku rindu kamu”, berarti tak ada seorangpun yang lebih jujur darinya (saat itu).
9. Ketika cewek sedang menangis, berarti dia tidak mau kehilangan seseorang yang dicintainya.
10. Ketika cewek sedang memberi perhatian, itulah tanda cinta dan sayangnya yang tulus kepada lelaki tersebut.
Itulah sifat-sifat wanita yang di antaranya tidak diketahui oleh para laki-laki.
Maka dari itu, laki-laki harus menjaga wanita dan menyayangi setulus hatinya.
LIKE THIS
Sumber : Sudah Tahukah Anda? (Facebook)
- Wanita adalah ibu dari dunia. Jika tidak ada dunia maka tidak akan ada seorang laki-laki.
- Wanita itu memiliki sifat yang lemah lembut serta sifat-sifatnya yang halus.
- Wanita hidup di dunia bukan untuk di siksa, di sakiti tetapi wanita harus di hormati, dijaga dan diberi kasih sayang tulus dari seorang laki-laki.
- Banyak para remaja yang GALAU karena diberi harapan kosong dari laki-laki.
Seharusnya wanita tidak pantas mendapatkan itu. Sebaiknya laki-laki harus tau sifat-sifat wanita seperti berikut:
1. Ketika cewek diam, berarti banyak hal yang sedang dipikirkannya.
2. Ketika cewek melihat kamu dengan tatapan penuh tanya, berarti dia sedang berpikir berapa lama lagi kamu akan berada disekitarnya.
3. Ketika cewek menjawab kamu: “Saya baik-baik saja” setelah beberapa detik, berarti dia tidak sepenuhnya baik.
4. Ketika cewek mau ketemu kamu setiap hari, berarti dia mau dimanjakan.
5. Ketika cewek sering SMS kamu setiap hari, berarti dia perhatian dan berharap SMS dapat dijawab.
6. Ketika cewek bilang “I LOVE U” berarti dia sedang jujur.
7. Ketika cewek mengatakan: “Aku tidak bisa hidup tanpamu”, berarti dia telah memutuskan untuk menjadikan kamu pasangan bagi masa depannya.
8. Ketika cewek bilang “Aku rindu kamu”, berarti tak ada seorangpun yang lebih jujur darinya (saat itu).
9. Ketika cewek sedang menangis, berarti dia tidak mau kehilangan seseorang yang dicintainya.
10. Ketika cewek sedang memberi perhatian, itulah tanda cinta dan sayangnya yang tulus kepada lelaki tersebut.
Itulah sifat-sifat wanita yang di antaranya tidak diketahui oleh para laki-laki.
Maka dari itu, laki-laki harus menjaga wanita dan menyayangi setulus hatinya.
LIKE THIS
Sumber : Sudah Tahukah Anda? (Facebook)
Carilah Calon Suami yang Tampan Akhlaknya
CARILAH CALON SUAMI YANG TAMPAN AKHLAKNYA
Sahabat... Jangan mencari calon suami yang tampan wajahnya. Jangan mencari calon suami yang banyak hartanya. Jangan pula mencari calon suami yang selalu diperebutkan para wanita.
Akan tetapi carilah seorang calon suami yang benar-benar halus tutur katanya.
Yang begitu mulia budi pekerti dan tampan akhlaknya.
Yang bisa memuliakan kaum wanita.
Yang benar-benar telah siap menjadi pemimpinmu.
Yang dapat membimbingmu untuk semakin dekat kepada-Nya.
Yang dapat menuntunmu ke jalan yang diridhai-Nya.
Yang bisa mengingatkanmu ketika engkau telah lalai dalam melaksanakan dan menjalankan kewajiban-Nya.
Yang bisa menyadarkanmu ketika engkau telah berbuat khilaf.
Yang bisa meluruskan kesalahanmu dengan penuh kelembutan.
Yang bisa menegumu ketika engkau telah berpaling pada tanggung jawab dan kewajibanmu sebagai seorang isteri yang wajib taat pada suami dan Rabb-Nya.
Yang bisa memaafkanmu dengan penuh keikhlasan jika engkau telah menjadi seorang isteri yang kufur.
Ketika engkau salah bukannya dia marah.
Ketika engkau khilaf bukannya dia memvonis.
Ketika engkau kufur bukannya dia meninggalkan.
Tapi sebaliknya, dia pantang menyerah untuk selalu membimbingmu, menuntunmu, mengajarimu. Untuk kembali ke jalan yang benar.
Semoga sahabat... Insya ALLAH mereka adalah wanita yang tengah membaca tulisan ini mendapatkannya.
Aamiin
LIKE THIS
Sumber : Sudah Tahukah Anda? (Facebook)
Sahabat... Jangan mencari calon suami yang tampan wajahnya. Jangan mencari calon suami yang banyak hartanya. Jangan pula mencari calon suami yang selalu diperebutkan para wanita.
Akan tetapi carilah seorang calon suami yang benar-benar halus tutur katanya.
Yang begitu mulia budi pekerti dan tampan akhlaknya.
Yang bisa memuliakan kaum wanita.
Yang benar-benar telah siap menjadi pemimpinmu.
Yang dapat membimbingmu untuk semakin dekat kepada-Nya.
Yang dapat menuntunmu ke jalan yang diridhai-Nya.
Yang bisa mengingatkanmu ketika engkau telah lalai dalam melaksanakan dan menjalankan kewajiban-Nya.
Yang bisa menyadarkanmu ketika engkau telah berbuat khilaf.
Yang bisa meluruskan kesalahanmu dengan penuh kelembutan.
Yang bisa menegumu ketika engkau telah berpaling pada tanggung jawab dan kewajibanmu sebagai seorang isteri yang wajib taat pada suami dan Rabb-Nya.
Yang bisa memaafkanmu dengan penuh keikhlasan jika engkau telah menjadi seorang isteri yang kufur.
Ketika engkau salah bukannya dia marah.
Ketika engkau khilaf bukannya dia memvonis.
Ketika engkau kufur bukannya dia meninggalkan.
Tapi sebaliknya, dia pantang menyerah untuk selalu membimbingmu, menuntunmu, mengajarimu. Untuk kembali ke jalan yang benar.
Semoga sahabat... Insya ALLAH mereka adalah wanita yang tengah membaca tulisan ini mendapatkannya.
Aamiin
LIKE THIS
Sumber : Sudah Tahukah Anda? (Facebook)
Wanita Pengidap Kanker DI Vonis Mati oleh Dokter, Tapi Sembuh Atas Izin Allah
Wanita Pengidap Kanker Divonis Mati Oleh Dokter, Tapi Sembuh Atas Izin Allah
Ini adalah kisah yang patut dijadikan pelajaran zaman. Kisah seorang wanita bernama, Laila al-Hulw yang sebelumnya tidak penah mengingat Allah dan lupa kepada-Nya. Suatu ketika, ia diberi cobaan dengan penyakit yang menakutkan dan menjijikkan sekaligus mematikan. Barulah setelah itu, ia tersadar dan menyadari bahwa hanya Allah lah tempat berlindung dan memohon. Dia lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu dan Yang Maha menyembuhkan. Kemudian ia habiskan waktunya untuk mendekatkan diri kepada-Nya di rumah-Nya, Baitullah al-Haram dan di sanalah terjadi kejadian aneh yang akhirnya merubah kehidupannya secara total.
Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak penuturannya:
Sudah 9 tahun aku mengidap penyakit yang sangat mengerikan sekali, yaitu penyakit kanker. Semua orang pasti tahu bahwa nama ini sangat menakutkan. Di negeriku, Maroko, orang tidak menyebutnya penyakit as-Sarathan (kanker) tetapi disebut ‘momok’ (al-Ghawl) alias ‘penyakit kotor (al-Maradl al-Khabits).’
Penyakit ini mengenai bagian payudaraku. Sebelumnya, tingkat keimananku kepada Allah sangatlah lemah; aku lalai dari mengingat Allah. Aku mengira bahwa kecantikan seseorang akan abadi selama hidupnya dan masa muda dan kesehatannya juga demikian. Aku sama sekali tidak mengira akan menderita penyakit yang amat berbahaya, kanker. Namun setelah aku benar-benar menderita penyakit ini, jiwaku menjadi sangat guncang. Aku berpikir bagaimana bisa menghindar darinya tetapi hendak kemana? Sementara penyakitku ini akan selalu bersamaku di mana pun aku berada. Aku juga pernah berpikir untuk bunuh diri namun aku masih mencintai suami dan anak-anakku. Aku sama sekali tidak pernah berpikir bahwa Allah akan menyiksaku bilamana aku jadi bunuh diri –sebagaimana yang aku jelaskan tadi- sebab aku orang yang lalai dari mengingat Allah.
Rupanya, melalui penyakit ini Allah ingin memberikan hidayah kepadaku dan melalui perantaraanku pula, Dia memberikan hidayah kepada banyak orang. Setelah itu, mulai semua urusan berkembang.
Ketika menderita penyakit tersebut, aku bersama suamiku pergi ke Belgia untuk berobat dan di sana aku mendatangi beberapa orang dokter terkenal namun mereka semua hampir sepakat mengatakan kepada suamiku bahwa payudaraku harus dihilangkan.
Tidak sebatas itu, aku juga harus menggunakan obat-obat dengan dosis tinggi di mana efek sampingnya dapat merontokkan rambut, melenyapkan bulu mata, kedua alis mata, menumbuhkan seperti jenggot di atas wajah bahkan merontokkan juga kuku dan gigi. Karena itu, aku menolaknya sama sekali seraya berkata, “Aku lebih baik mati dengan tetap memiliki payudara dan rambut serta semua apa yang diciptakan Allah untukku dari pada harus cacat. Lalu aku meminta kepada para dokter agar membuat resep pengobatan ringan untukku dan mereka pun mengabulkannya.
Kemudian aku kembali ke negeriku, Maroko dan aku gunakanlah obat yang diberikan para dokter tersebut. Ternyata obat itu tidak memiliki efek samping apa pun dan ini membuatku senang. Aku berkata pada diriku, “Barangkali saja para dokter itu salah dalam mendiagnosa dan aku sebenarnya tidak menderita penyakit kanker itu.”
Akan tetapi, setelah kira-kira enam bulan kemudian, aku mulai merasakan susutnya berat badanku, warna kulitku banyak berubah dan merasakan berbagai keluhan sakit. Yah, sakit yang selalu bersamaku. Lalu dokter pribadi kami di Maroko menyarankanku agar pergi ke Belgia, maka aku pun berangkat ke sana bersama suami.
Di sanalah, seakan bencana itu benar-benar tiba. Para dokter malah berkata kepada suamiku, “Penyakitnya sudah menyerang seluruh tubuhnya, termasuk kedua paru-paru.” Mereka menyatakan tidak memiliki resep apa pun yang dapat menyembuhkan kondisi yang aku alami tersebut. Kemudian mereka berkata kepada suamiku, “Sebaiknya, anda bawa kembali isterimu ini ke negerimu hingga ia menemui ajalnya di sana.”
Suamiku kaget alang kepalang mendengar pernyataan itu dan tidak mudah percaya begitu saja dengan ucapan mereka. Karena itu, kami bukannya pulang ke Maroko seperti yang disarankan tetapi malah ke Perancis. Kami mengira bahwa pasti ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakitku itu. Namun, kami tidak mendapatkan apa-apa sehingga akhirnya kami sangat ingin sekali untuk meminta tolong kepada seseorang di sana agar aku dimasukkan ke rumah sakit untuk menghilangkan payudaraku dan menggunakan obat-obat berdosis tinggi itu.
Akan tetapi, suamiku rupanya ingat sesuatu yang selama ini kami lupakan bahkan sepanjang hidup kami. Allah telah memberikan ilham kepada suamiku agar kami berziarah ke Baitullah al-Haram di Mekkah. Kami harus berdiri di hadapan-Nya guna memohon disembuhkan dari penyakit yang aku derita ini. Kami pun melakuan hal itu.
Kami berangkat dari Paris seraya bertahlil dan bertakbir. Aku sangat gembira sekali karena untuk pertama kalinya memasuki Baitullah al-Haram dan melihat Ka’bah yang dimuliakan. Di sebuah toko di kota Paris, aku membeli sebuah mushaf dan setelah itu, kami berangkat menuju Mekkah al-Mukarramah.
Akhirnya, kami sampai juga di Baitullah al-Haram. Tatkala sudah masuk dan melihat Ka’bah, aku banyak menangis karena menyesali atas perbuatanku yang telah lalu. Aku sudah tidak pernah melakukan berbagai kewajiban yang diperintahkan Allah; shalat, puasa, kekhusyu’an dan pasrah diri kepada-Nya.
Aku berkata, “Wahai Rabb, pengobatan terhadap penyakitku sudah membuat tak berdaya para dokter. Sedangkan penyakit itu berasal dari-Mu dan Engkau pulalah Yang Memiliki obatnya. Semua pintu telah tertutup di hadapanku, yang tinggal hanyalah pintu-Mu saja. Karena itu, janganlah Engkau kunci pintu-Mu dati hadapanku.”
Aku pun melakukan thawaf di Ka’bah dan banyak memohon kepada-Nya agar Dia tidak menyia-nyiakan harapanku dan tidak menghinakanku serta dapat membuat tercengang para dokter yang telah memvonisku.
Seperti yang telah aku katakan tadi, dulu aku orang yang lalai dari mengingat Allah dan jahil terhadap agama-Nya. Karena itu, aku mendatangi beberapa ulama dan syaikh yang berada di sana seraya meminta mereka menunjukiku buku dan doa yang mudah dan ringkas untuk aku jadikan pegangan. Lalu mereka menasehatiku agar banyak-banyak membaca Al-Qur’an dan meminum air zam-zam sepuas-puasnya. Mereka juga menasehatiku agar memperbanyak berdzikir kepada Allah dan membaca shalawat kepada رَسُولَ ٱللَّهِ صَلَىٱللَّهَ عَلَيْه وَسَّلاَمُ.
Berada di Baitullah, aku merasakan ketenangan jiwa yang luar biasa. Karena itu, aku minta izin kepada suamiku untuk tetap tinggal di al-Haram dan tidak pulang ke hotel. Dia pun mengizinkanku.
Di al-Haram kebetulan ada beberapa saudariku seiman dari Mesir dan Turki yang menjadi tetanggaku duduk-duduk. Mereka sering melihatku sedang menangis lalu bertanya perihal sebab aku menangis. Aku menjawab, “Karena aku sudah sampai di Baitullah padahal aku tidak mengira akan demikian mencintainya seperti sekarang ini. Kedua, karena aku mengidap kanker.”
Lalu mereka menemaniku dan tidak ingin berpisah. Aku beritahukan kepada mereka bahwa aku berniat I’tikaf di rumah Allah ini. Maka, mereka pun memberitahu kepada suami-suami masing-masing untuk meminta izin tinggal bersamaku. Kami tidak pernah memejamka mata, tidak makan kecuali hanya sedikit. Kami hanya banyak minum air zam-zam sebab di dalam hadits, رَسُولَ ٱللَّهِ صَلَىٱللَّهَ عَلَيْه وَسَّلاَمُ, bersabda, “Air zam-zam itu sesuai dengan (tujuan/niat) meminumnya.” (Hadits Shahih, HR.Ibn Majah dan lainnya) Meminumnya karena niat agar disembuhkan, maka Allah akan menyembuhkan anda, meminumnya karena niat agar hilang dahaga, maka Allah akan menghilangkan dahaga anda dan meminumnya karena niat agar berlindung kepada Allah, maka Dia akan melindungi anda.
Benar, Allah telah menghilangkan rasa lapar kami dan kami terus melakukan thawaf. Kami melakukan shalat dua raka’at, lalu mengulangi thawaf lagi. Kami meminum air zam-zam dan memperbanyak bacaan Al-Qur’an. Demikianlah, siang dan malam, kami hanya sedikit tidur. Ketika aku sampai di Baitullah, tubuhku kurus sekali, pada sebagian tubuhku bagian atas banyak sekali tumbuh bintik-bintik dan benjolan-benjolan yang menandakan bahwa kanker telah menyerang seluruh anggota badanku bagian atas. Mereka menasehatiku agar membasuh separuh tubuhku bagian atas dengan air zam-zam akan tetapi aku takut bila menyentuh benjolan-benjolan dan bintik-bintik itu, aku akan teringat sakit lantas membuatku terlena dari berdzikir dan beribadah kepada Allah. Aku pun membasuhnya, tetapi tanpa menyentuh tubuhku.
Pada hari ke-lima, teman-temanku itu memaksaku agar menyapu seluruh tubuhku dengan sedikit air zam-zam. Pada mulanya, aku menolak tetapi tiba-tiba aku merasa mendapatkan kekuatan yang mendorongku untuk mengambil sedikit air zam-zam lalu menyapunya ke tubuhku. Saat pertama kali, aku merasa cemas, kemudian aku merasakan ada kekuatan lagi, tetapi masih ragu-ragu namun ketika untuk kali ketiganya tanpa terasa aku memegang tanganku lalu menyapu air zam-zam ke tubuh dan payudaraku yang mengeluarkan darah, nanah dan bintik-bintik. Di sinilah, terjadi sesuatu yang tidak pernah aku sangka-sangka. Rupanya, semua bintik-bintik itu lenyap seketika dan aku tidak menemukan sesuatu pun di tubuhkku, tidak rasa sakit, darah atau pun nanah!
Pada awal mulanya, aku betul-betul kaget. Karenanya, aku masukkan kembali kedua tanganku ke dalam bajuku untuk mencari penyakit yang dulu bersarang di tubuhku, namun aku tidak mendapatkan sedikit pun benjolan-benjolan itu. Bulu kudukku merinding saking kagetnya, akan tetapi barulah aku teringat bahwa Allah Ta’ala Maha Kuasa atas segala sesuatu. Lalu aku meminta salah seorang temanku untuk menyentuh tubuhku dan mencari bintik-bintik dan benjolan-benjolan, barangkali saja ada. Tiba-tiba mereka berterik tanpa sadar, “Allahu Akbar, Allahu Akbar!”
Tak berapa lama setelah itu, aku tidak kuasa lagi untuk segera pulang dan memberitahukan perihal tersebut kepada suamiku. Aku memasuki hotel tempat kami menginap, dan begitu sudah berdiri di hadapan matanya, aku robek bajuku seraya berkata, “Lihatlah rahmat Allah!” Kemudian aku memberitahukan kepadanya apa yang telah terjadi tetapi ia tidak percaya. Ia menangis dan berteriak dengan suara kencang, “Tahukah kamu bahwa para dokter tempo hari telah bersumpah atas kematianmu setelah tiga minggu saja?” Lalu aku berkata, “Sesungguhnya ajal itu di tangan Allah Ta’ala dan tidak ada yang mengetahui hal yang ghaib selain Allah.”
Setelah itu, kami tinggal di Baitullah selama seminggu penuh. Selama masa-masa itu, aku tidak putus untuk memuji dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat-nikmat-Nya yang demikian tidak terhingga. Kemudian kam mengunjungi masjid nabawi untuk melakukan shalat dan berziarah kepada رَسُولَ ٱللَّهِ صَلَىٱللَّهَ عَلَيْه وَسَّلاَمُ, lalu setelah itu kembali ke Perancis.
Di sana, para dokter tampak benar-benar kaget dan bingung alang kepalang melihat kejadian aneh yang menimpaku. Mereka antusias bertanya, “Apakah benar anda ini si ibu tempo hari yang pernah datang kemari?” Lalu dengan penuh rasa bangga, aku tegaskan kepada mereka, “Ya, benar dan si fulan itu adalah suamiku. Aku telah kembali kepada Rabbku dan aku tidak akan pernah takut lagi kepada siapa pun selain Allah. Semua takdir berada di tangan-Nya dan segala urusan adalah milik-Nya.”
Mereka bertanya, “Sesungguhnya, kondisimu ini merupakan sesuatu yang sangat aneh sekali sebab benjolan-benjolan itu sudah hilang sama sekali. Izinkan kami untuk mengadakan pemeriksaan sekali lagi.”
Mereka kembali memeriksaku namun tidak mendapatkan sesuatu pun. Sebelumnya, gara-gara benjolan-benjolan itu, aku sama sekali sulit untuk bernafas akan tetapi ketika sampai di Baitullah al-Haram dan aku meminta kesembuhan hanya kepada-Nya, maka sesak nafas itu pun hilang.
Setelah peristiwa aneh itu, aku bergiat mencari tahu mengenai riwayat hidup رَسُولَ ٱللَّهِ صَلَىٱللَّهَ عَلَيْه وَسَّلاَمُ, riwayat hidup para shahabatnya dan aku banyak menangis. Aku menangisi masa laluku karena sudah sekian lama melewatkan waktu dengan sia-sia dan tidak dapat mengecap rasa cinta kepada Allah dan رَسُولَ-Nya. Aku menyesali hari-hari yang telah aku sia-siakan dan membuatku jauh dari-Nya itu. Aku memohon kepada Allah agar menerima amalanku dan menerima taubatku, suamiku dan seluruh kaum Muslimin.
Sumber: Asy-Syifaa` Ba’da al-Maradl karya Ibrahim bin ‘Abdullah al-Hazimy, h.47-54, sebagai yang dinukilnya dari buku al-‘Aa`iduun Ilallaah, h.65, disusun Muhammad al-Musnid
LIKE THIS
Sumber : Sudah Tahukah Anda? (Facebook)
Ini adalah kisah yang patut dijadikan pelajaran zaman. Kisah seorang wanita bernama, Laila al-Hulw yang sebelumnya tidak penah mengingat Allah dan lupa kepada-Nya. Suatu ketika, ia diberi cobaan dengan penyakit yang menakutkan dan menjijikkan sekaligus mematikan. Barulah setelah itu, ia tersadar dan menyadari bahwa hanya Allah lah tempat berlindung dan memohon. Dia lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu dan Yang Maha menyembuhkan. Kemudian ia habiskan waktunya untuk mendekatkan diri kepada-Nya di rumah-Nya, Baitullah al-Haram dan di sanalah terjadi kejadian aneh yang akhirnya merubah kehidupannya secara total.
Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak penuturannya:
Sudah 9 tahun aku mengidap penyakit yang sangat mengerikan sekali, yaitu penyakit kanker. Semua orang pasti tahu bahwa nama ini sangat menakutkan. Di negeriku, Maroko, orang tidak menyebutnya penyakit as-Sarathan (kanker) tetapi disebut ‘momok’ (al-Ghawl) alias ‘penyakit kotor (al-Maradl al-Khabits).’
Penyakit ini mengenai bagian payudaraku. Sebelumnya, tingkat keimananku kepada Allah sangatlah lemah; aku lalai dari mengingat Allah. Aku mengira bahwa kecantikan seseorang akan abadi selama hidupnya dan masa muda dan kesehatannya juga demikian. Aku sama sekali tidak mengira akan menderita penyakit yang amat berbahaya, kanker. Namun setelah aku benar-benar menderita penyakit ini, jiwaku menjadi sangat guncang. Aku berpikir bagaimana bisa menghindar darinya tetapi hendak kemana? Sementara penyakitku ini akan selalu bersamaku di mana pun aku berada. Aku juga pernah berpikir untuk bunuh diri namun aku masih mencintai suami dan anak-anakku. Aku sama sekali tidak pernah berpikir bahwa Allah akan menyiksaku bilamana aku jadi bunuh diri –sebagaimana yang aku jelaskan tadi- sebab aku orang yang lalai dari mengingat Allah.
Rupanya, melalui penyakit ini Allah ingin memberikan hidayah kepadaku dan melalui perantaraanku pula, Dia memberikan hidayah kepada banyak orang. Setelah itu, mulai semua urusan berkembang.
Ketika menderita penyakit tersebut, aku bersama suamiku pergi ke Belgia untuk berobat dan di sana aku mendatangi beberapa orang dokter terkenal namun mereka semua hampir sepakat mengatakan kepada suamiku bahwa payudaraku harus dihilangkan.
Tidak sebatas itu, aku juga harus menggunakan obat-obat dengan dosis tinggi di mana efek sampingnya dapat merontokkan rambut, melenyapkan bulu mata, kedua alis mata, menumbuhkan seperti jenggot di atas wajah bahkan merontokkan juga kuku dan gigi. Karena itu, aku menolaknya sama sekali seraya berkata, “Aku lebih baik mati dengan tetap memiliki payudara dan rambut serta semua apa yang diciptakan Allah untukku dari pada harus cacat. Lalu aku meminta kepada para dokter agar membuat resep pengobatan ringan untukku dan mereka pun mengabulkannya.
Kemudian aku kembali ke negeriku, Maroko dan aku gunakanlah obat yang diberikan para dokter tersebut. Ternyata obat itu tidak memiliki efek samping apa pun dan ini membuatku senang. Aku berkata pada diriku, “Barangkali saja para dokter itu salah dalam mendiagnosa dan aku sebenarnya tidak menderita penyakit kanker itu.”
Akan tetapi, setelah kira-kira enam bulan kemudian, aku mulai merasakan susutnya berat badanku, warna kulitku banyak berubah dan merasakan berbagai keluhan sakit. Yah, sakit yang selalu bersamaku. Lalu dokter pribadi kami di Maroko menyarankanku agar pergi ke Belgia, maka aku pun berangkat ke sana bersama suami.
Di sanalah, seakan bencana itu benar-benar tiba. Para dokter malah berkata kepada suamiku, “Penyakitnya sudah menyerang seluruh tubuhnya, termasuk kedua paru-paru.” Mereka menyatakan tidak memiliki resep apa pun yang dapat menyembuhkan kondisi yang aku alami tersebut. Kemudian mereka berkata kepada suamiku, “Sebaiknya, anda bawa kembali isterimu ini ke negerimu hingga ia menemui ajalnya di sana.”
Suamiku kaget alang kepalang mendengar pernyataan itu dan tidak mudah percaya begitu saja dengan ucapan mereka. Karena itu, kami bukannya pulang ke Maroko seperti yang disarankan tetapi malah ke Perancis. Kami mengira bahwa pasti ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakitku itu. Namun, kami tidak mendapatkan apa-apa sehingga akhirnya kami sangat ingin sekali untuk meminta tolong kepada seseorang di sana agar aku dimasukkan ke rumah sakit untuk menghilangkan payudaraku dan menggunakan obat-obat berdosis tinggi itu.
Akan tetapi, suamiku rupanya ingat sesuatu yang selama ini kami lupakan bahkan sepanjang hidup kami. Allah telah memberikan ilham kepada suamiku agar kami berziarah ke Baitullah al-Haram di Mekkah. Kami harus berdiri di hadapan-Nya guna memohon disembuhkan dari penyakit yang aku derita ini. Kami pun melakuan hal itu.
Kami berangkat dari Paris seraya bertahlil dan bertakbir. Aku sangat gembira sekali karena untuk pertama kalinya memasuki Baitullah al-Haram dan melihat Ka’bah yang dimuliakan. Di sebuah toko di kota Paris, aku membeli sebuah mushaf dan setelah itu, kami berangkat menuju Mekkah al-Mukarramah.
Akhirnya, kami sampai juga di Baitullah al-Haram. Tatkala sudah masuk dan melihat Ka’bah, aku banyak menangis karena menyesali atas perbuatanku yang telah lalu. Aku sudah tidak pernah melakukan berbagai kewajiban yang diperintahkan Allah; shalat, puasa, kekhusyu’an dan pasrah diri kepada-Nya.
Aku berkata, “Wahai Rabb, pengobatan terhadap penyakitku sudah membuat tak berdaya para dokter. Sedangkan penyakit itu berasal dari-Mu dan Engkau pulalah Yang Memiliki obatnya. Semua pintu telah tertutup di hadapanku, yang tinggal hanyalah pintu-Mu saja. Karena itu, janganlah Engkau kunci pintu-Mu dati hadapanku.”
Aku pun melakukan thawaf di Ka’bah dan banyak memohon kepada-Nya agar Dia tidak menyia-nyiakan harapanku dan tidak menghinakanku serta dapat membuat tercengang para dokter yang telah memvonisku.
Seperti yang telah aku katakan tadi, dulu aku orang yang lalai dari mengingat Allah dan jahil terhadap agama-Nya. Karena itu, aku mendatangi beberapa ulama dan syaikh yang berada di sana seraya meminta mereka menunjukiku buku dan doa yang mudah dan ringkas untuk aku jadikan pegangan. Lalu mereka menasehatiku agar banyak-banyak membaca Al-Qur’an dan meminum air zam-zam sepuas-puasnya. Mereka juga menasehatiku agar memperbanyak berdzikir kepada Allah dan membaca shalawat kepada رَسُولَ ٱللَّهِ صَلَىٱللَّهَ عَلَيْه وَسَّلاَمُ.
Berada di Baitullah, aku merasakan ketenangan jiwa yang luar biasa. Karena itu, aku minta izin kepada suamiku untuk tetap tinggal di al-Haram dan tidak pulang ke hotel. Dia pun mengizinkanku.
Di al-Haram kebetulan ada beberapa saudariku seiman dari Mesir dan Turki yang menjadi tetanggaku duduk-duduk. Mereka sering melihatku sedang menangis lalu bertanya perihal sebab aku menangis. Aku menjawab, “Karena aku sudah sampai di Baitullah padahal aku tidak mengira akan demikian mencintainya seperti sekarang ini. Kedua, karena aku mengidap kanker.”
Lalu mereka menemaniku dan tidak ingin berpisah. Aku beritahukan kepada mereka bahwa aku berniat I’tikaf di rumah Allah ini. Maka, mereka pun memberitahu kepada suami-suami masing-masing untuk meminta izin tinggal bersamaku. Kami tidak pernah memejamka mata, tidak makan kecuali hanya sedikit. Kami hanya banyak minum air zam-zam sebab di dalam hadits, رَسُولَ ٱللَّهِ صَلَىٱللَّهَ عَلَيْه وَسَّلاَمُ, bersabda, “Air zam-zam itu sesuai dengan (tujuan/niat) meminumnya.” (Hadits Shahih, HR.Ibn Majah dan lainnya) Meminumnya karena niat agar disembuhkan, maka Allah akan menyembuhkan anda, meminumnya karena niat agar hilang dahaga, maka Allah akan menghilangkan dahaga anda dan meminumnya karena niat agar berlindung kepada Allah, maka Dia akan melindungi anda.
Benar, Allah telah menghilangkan rasa lapar kami dan kami terus melakukan thawaf. Kami melakukan shalat dua raka’at, lalu mengulangi thawaf lagi. Kami meminum air zam-zam dan memperbanyak bacaan Al-Qur’an. Demikianlah, siang dan malam, kami hanya sedikit tidur. Ketika aku sampai di Baitullah, tubuhku kurus sekali, pada sebagian tubuhku bagian atas banyak sekali tumbuh bintik-bintik dan benjolan-benjolan yang menandakan bahwa kanker telah menyerang seluruh anggota badanku bagian atas. Mereka menasehatiku agar membasuh separuh tubuhku bagian atas dengan air zam-zam akan tetapi aku takut bila menyentuh benjolan-benjolan dan bintik-bintik itu, aku akan teringat sakit lantas membuatku terlena dari berdzikir dan beribadah kepada Allah. Aku pun membasuhnya, tetapi tanpa menyentuh tubuhku.
Pada hari ke-lima, teman-temanku itu memaksaku agar menyapu seluruh tubuhku dengan sedikit air zam-zam. Pada mulanya, aku menolak tetapi tiba-tiba aku merasa mendapatkan kekuatan yang mendorongku untuk mengambil sedikit air zam-zam lalu menyapunya ke tubuhku. Saat pertama kali, aku merasa cemas, kemudian aku merasakan ada kekuatan lagi, tetapi masih ragu-ragu namun ketika untuk kali ketiganya tanpa terasa aku memegang tanganku lalu menyapu air zam-zam ke tubuh dan payudaraku yang mengeluarkan darah, nanah dan bintik-bintik. Di sinilah, terjadi sesuatu yang tidak pernah aku sangka-sangka. Rupanya, semua bintik-bintik itu lenyap seketika dan aku tidak menemukan sesuatu pun di tubuhkku, tidak rasa sakit, darah atau pun nanah!
Pada awal mulanya, aku betul-betul kaget. Karenanya, aku masukkan kembali kedua tanganku ke dalam bajuku untuk mencari penyakit yang dulu bersarang di tubuhku, namun aku tidak mendapatkan sedikit pun benjolan-benjolan itu. Bulu kudukku merinding saking kagetnya, akan tetapi barulah aku teringat bahwa Allah Ta’ala Maha Kuasa atas segala sesuatu. Lalu aku meminta salah seorang temanku untuk menyentuh tubuhku dan mencari bintik-bintik dan benjolan-benjolan, barangkali saja ada. Tiba-tiba mereka berterik tanpa sadar, “Allahu Akbar, Allahu Akbar!”
Tak berapa lama setelah itu, aku tidak kuasa lagi untuk segera pulang dan memberitahukan perihal tersebut kepada suamiku. Aku memasuki hotel tempat kami menginap, dan begitu sudah berdiri di hadapan matanya, aku robek bajuku seraya berkata, “Lihatlah rahmat Allah!” Kemudian aku memberitahukan kepadanya apa yang telah terjadi tetapi ia tidak percaya. Ia menangis dan berteriak dengan suara kencang, “Tahukah kamu bahwa para dokter tempo hari telah bersumpah atas kematianmu setelah tiga minggu saja?” Lalu aku berkata, “Sesungguhnya ajal itu di tangan Allah Ta’ala dan tidak ada yang mengetahui hal yang ghaib selain Allah.”
Setelah itu, kami tinggal di Baitullah selama seminggu penuh. Selama masa-masa itu, aku tidak putus untuk memuji dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat-nikmat-Nya yang demikian tidak terhingga. Kemudian kam mengunjungi masjid nabawi untuk melakukan shalat dan berziarah kepada رَسُولَ ٱللَّهِ صَلَىٱللَّهَ عَلَيْه وَسَّلاَمُ, lalu setelah itu kembali ke Perancis.
Di sana, para dokter tampak benar-benar kaget dan bingung alang kepalang melihat kejadian aneh yang menimpaku. Mereka antusias bertanya, “Apakah benar anda ini si ibu tempo hari yang pernah datang kemari?” Lalu dengan penuh rasa bangga, aku tegaskan kepada mereka, “Ya, benar dan si fulan itu adalah suamiku. Aku telah kembali kepada Rabbku dan aku tidak akan pernah takut lagi kepada siapa pun selain Allah. Semua takdir berada di tangan-Nya dan segala urusan adalah milik-Nya.”
Mereka bertanya, “Sesungguhnya, kondisimu ini merupakan sesuatu yang sangat aneh sekali sebab benjolan-benjolan itu sudah hilang sama sekali. Izinkan kami untuk mengadakan pemeriksaan sekali lagi.”
Mereka kembali memeriksaku namun tidak mendapatkan sesuatu pun. Sebelumnya, gara-gara benjolan-benjolan itu, aku sama sekali sulit untuk bernafas akan tetapi ketika sampai di Baitullah al-Haram dan aku meminta kesembuhan hanya kepada-Nya, maka sesak nafas itu pun hilang.
Setelah peristiwa aneh itu, aku bergiat mencari tahu mengenai riwayat hidup رَسُولَ ٱللَّهِ صَلَىٱللَّهَ عَلَيْه وَسَّلاَمُ, riwayat hidup para shahabatnya dan aku banyak menangis. Aku menangisi masa laluku karena sudah sekian lama melewatkan waktu dengan sia-sia dan tidak dapat mengecap rasa cinta kepada Allah dan رَسُولَ-Nya. Aku menyesali hari-hari yang telah aku sia-siakan dan membuatku jauh dari-Nya itu. Aku memohon kepada Allah agar menerima amalanku dan menerima taubatku, suamiku dan seluruh kaum Muslimin.
Sumber: Asy-Syifaa` Ba’da al-Maradl karya Ibrahim bin ‘Abdullah al-Hazimy, h.47-54, sebagai yang dinukilnya dari buku al-‘Aa`iduun Ilallaah, h.65, disusun Muhammad al-Musnid
LIKE THIS
Sumber : Sudah Tahukah Anda? (Facebook)
Ketika
KETIKA
Ketika ALLAH menyibakkan Tabir Taqdir-Nya untuk kita, ketika ALLAH pertemukan dua hati yang menyatu...
Dialah orang yang belum pernah membayang di setiap angan kita, yang belum pernah hadir di setiap mimpi-mimpi kita, dan yang belum pernah kita tahu jauh sebelumnya.
Ingatlah... Bukan dia yang sengaja memilih diri kita, dan bukan diri kita yang sengaja memilihnya, namun ALLAH-lah yang telah mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum kita terlahir di muka bumi ini.
ALLAH-lah yang sengaja memilihkan untuk kita, sudah berapa banyak orang lain yang telah kita tolak atau sudah berapa banyak orang yang telah menolak kita...
Jika kita tahu itu adalah pilihan-Nya, maka jangan pernah ada ragu dan yakinlah dia adalah pilihan terbaik untuk kita, pilihan-Nya.
Walaupun dia bukanlah seseorang yang sempurna bagi kita, namun cintailah dia dengan sempurna.
Kesempurnaan itu akan hadir di saat kita ikhlas menerima segala kekurangannya serta menghargai dan memahami akan dirinya.
Sehingga tiada niat untuk berpaling dan menggantikan dirinya dengan yang lain.
Tak selamanya kebahagiaan di ukir dengan Intan dan Permata, namun adakalanya ada duri dan tanjakan yang menghadang.
Tak selamanya kebahagiaan berhias canda dan tawa adakalanya harus di basuh dengan air mata...
Salam santun ukhuwah penuh cinta...
LIKE THIS
Sumber : Sudah Tahukah Anda? (Facebook)
Ketika ALLAH menyibakkan Tabir Taqdir-Nya untuk kita, ketika ALLAH pertemukan dua hati yang menyatu...
Dialah orang yang belum pernah membayang di setiap angan kita, yang belum pernah hadir di setiap mimpi-mimpi kita, dan yang belum pernah kita tahu jauh sebelumnya.
Ingatlah... Bukan dia yang sengaja memilih diri kita, dan bukan diri kita yang sengaja memilihnya, namun ALLAH-lah yang telah mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum kita terlahir di muka bumi ini.
ALLAH-lah yang sengaja memilihkan untuk kita, sudah berapa banyak orang lain yang telah kita tolak atau sudah berapa banyak orang yang telah menolak kita...
Jika kita tahu itu adalah pilihan-Nya, maka jangan pernah ada ragu dan yakinlah dia adalah pilihan terbaik untuk kita, pilihan-Nya.
Walaupun dia bukanlah seseorang yang sempurna bagi kita, namun cintailah dia dengan sempurna.
Kesempurnaan itu akan hadir di saat kita ikhlas menerima segala kekurangannya serta menghargai dan memahami akan dirinya.
Sehingga tiada niat untuk berpaling dan menggantikan dirinya dengan yang lain.
Tak selamanya kebahagiaan di ukir dengan Intan dan Permata, namun adakalanya ada duri dan tanjakan yang menghadang.
Tak selamanya kebahagiaan berhias canda dan tawa adakalanya harus di basuh dengan air mata...
Salam santun ukhuwah penuh cinta...
LIKE THIS
Sumber : Sudah Tahukah Anda? (Facebook)
Langganan:
Postingan (Atom)