Sabtu, 28 Juli 2012

Cerita Loony di Sekolah^^

Loony kembali lagi! Loony mau cerita aah, kita langsung aja yuk!! *cerita khayalan
******
Panggung di Kelas--

Waktu hari Sabtu beberapa bulan yg lalu, Loony ke sekolahan dengan hati yg riaaaangg gembiraaa.  Kenapa?? Soalnya, kalau hari Sabtu itu, FREE!! Yey! Sampe di sekolahan, Alice (temen sebangku), udah nyambut aku dengan gembira.
"July! Kamu dateng juga!! Kembar Isha sama Serenity udah nungguin kamu!" sambut Alice.
"Heh? Buat apa?" tanyaku heran.
Jangan salah, ya! Nama tengahku itu, July. Beberapa temanku sering manggil aku July, walau aku gak mau! Hiiah, kalau kembar Isha itu. Veisha, Leisha, dan Meisha. Isha semua kan?? Kalo Serenity, temenku yg rada sableng. Padahal namanya bagus gitu (?). Yaah, udah deh. Aku lalu duduk di kursiku. Veisha ada disitu.
"Loly! Udah dateng?" sapa Veisha.
"Jangan panggil aku Loly, ah! Kira aku Lolypop!" gerutuku kesal.
"Yaah, kan LOony juLY," tepis Veisha.
"Terserah, ah -,-," ujarku.
Belum lama aku mendapat ketenangan (?), perusuh udah dateng.
"Loony! Aku kangen ama kamu (?)!!" serunya, yg tak lain Serenity.
"Ah, bawel! Tiap hari juga ketemu!" keluhku kesal.
Serenity emang slalu begitu. Makanya aku bilang dia 'sableng'. Aku, Alice, kembar Isha, sama Serenity bikin geng *sapa peduli. Namanya 'Pelangi Loncat', disingkat Peloncat (?). Kenapa namanya gitu?? Yah, kita berenam mirip pelangi *padahal pelangi 7warna. Aku dijulukin si Biru, alias suka bertemen dan kedamaian. Alice dijulukin si Oranye, gara-gara dia suka jeruk (?). Veisha dijulukin si Ungu, alias gak pernah ada yg suka ama dia (?). Leisha dijulukin si Merah, karna paling berani. Meisha dijulukin si Hijau, alias suka banget pohon. Dan Serenity dijulukin si Kuning, gara-gara sok cari perhatian kaya matahari (?).
Terus, loncat itu karena kita suka loncat atau jumpalitan. Karena Pelangi Jumpalitan gak cocok, dipilih Loncat aja.
"PR dari Mrs.Qeila udah kalian kerjain?" tanya Alice.
Mrs.Qeila adalah wali kelas kami. "Yah! Belom sama sekali!" seru Serenity yg paling pemales.
"Aku 1 lagi, susah banget no.5," keluh Meisha.
Aku mengambil buku PR-ku. "No.5, sebutkan provinsi-provinsi yg mengalami pemekaran dari thn 1945-2004. Yaelah! Gampang gitu!" baca-ku sedikit kesal.
"Susah! Aku cari dibuku gak ada!" bantah Meisha.
"Yaah, kamu nyari buku mana?" tanyaku.
Buku IPS kami memang ada 2, buku biru dan coklat.
"Buku biru," jawab Meisha.
"Buku coklat-nya??"
Meisha seperti mengingat-ingat. "Bukannya gak ada?"
"Ada, ah!" sela Leisha.
Meisha mengingat-ingat lagi. "Ya ampun! Ketinggalan di angkot!" teriaknya tiba-tiba.
Alice yg sedang duduk langsung jatuh. BRAAK! Suaranya keras banget.
"Alice!" seru kami berlima spontan.
Aku segera menolong Alice berdiri.
"Alice! Gak apa-apa?" tanyaku panik.
"Haduh, haduh," Alice memegang kepalanya yg sakit. "Meisha, jangan kenceng-kenceng teriaknya! Kaget, tau," gerutu Alice.
"Lha? Biasa aja, ah," bantah Meisha, padahal ia tak sadar suaranya paling cempreng dikelas.
Leisha masih diam. Sepertinya ia juga sama kagetnya dengan Alice.
"Leisha, kenapa?" tanya Serenity.
"Kaget! Meisha, jangan bikin orang jantungan, deh!" gerutu Leisha.
"Iya maaf, hehe," ucap Meisha sambil cengar-cengir.
BERSAMBUNG

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar